Pesona Pagi Gunung Bromo

Cobalah melihat pesona matahari terbit di Tanah Air? Kunjungilah Gunung Bromo. Gunung Bromo terletak di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Ada sensasi tersendiri melihat matahari pelan-pelan muncul dari balik gunung dan awan terasa di bawah mata kita. Bagaikan mengawang di atas gunung. Transportasi ke...

Jakarta dalam Rok Mini

Dirimu ikut bangun disaat semua umat sedang sahur, dirimu ikut membasuh wajah dengan wudhu disaat takbir subuh berkumandang yang mengawali start ibadah tidak makan-minum, dan dirimu ikut menonton acara televisi disaat waktu senja mulai menuntun datangnya saat berbuka puasa walau kutahu tadi siang kau hisap rokokmu sembari bercermin. Saya fikir dirimu lelah, namun teryata saya salah.

Say No to BlackBerry

47% pengguna BlackBerry yang diteliti ingin beralih menggunakan iPhone dari Apple. 34% pengguna menyatakan ingin memiliki smartphone Android dari Google. Dan ada 19% yang menginginkan Windows Phone 8 dari Microsoft.

Wisata Pulau Komodo

Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara...

Contoh Khutbah Jumat: Menyambut Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan..Syaban akan berlalu, Ramadhan hanya beberapa hari lagi. Tamu istimewa itu akan datang dan membersamai kaum muslimin Mereka yang siap dengan kedatangannya insya Allah akan lebih optimal dalam mengisi Ramadhan tahun ini. Persiapan adalah keniscayaan...

advertising

Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juli 2012

Kisah Nabi Yusuf AS

Kisah Nabi Yusuf Alaihissalam (AS) dapat ditemukan secara terperinci dalam Alquran. Ia adalah salah seorang putra Nabi Ya’kub AS. Yusuf di lahirkan di daerah Palestina sekitar tahun 1745 Sebelum Masehi (SM). Tapi, ada pula yang menyebutkannya lahir di Faddam Aram, Irak.
Yusuf mempunyai saudara kandung yang bernama Bunyamin dari ibu yang bernama Rahel. Adapun saudara tirinya berjumlah 10 orang, yakni Jad, Asyir, Dan, Deftail, Yasyjar, Robalen, Yahuza, Lewi, Syam’un, dan Tobel. Demikian nama-nama saudara Yusuf sebagaimana disebutkan Syauqi Abu Khalil dalam Atlas Alquran.
Sepeninggal ibunya, Rahel, Yusuf sangat dimanja oleh ayahnya, Nabi Ya’kub AS. Di bandingkan saudara lainnya, Yusuf merupakan anak yang paling tampan. Ketampanan Yusuf inilah yang membuat iri saudara-saudaranya hingga dirinya dimusuhi.
Puncaknya, Yusuf dibuang ke sebuah sumur sebelum ditemukan oleh kafilah dagang dari Madyan yang sedang dalam perjalanan menuju Mesir. Dalam Alquran, disebutkan Fi Ghayabati al-Jubb (sumur yang gelap). Menurut qiraat, lafal al-Jub (sumur) dibaca dalam bentuk jamak (supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir) agar Yusuf terpisah dengan ayahnya, Ya’kub.
Di manakah letak sumur itu? Menurut Syauqi Abu Khalil dalam Atlas Alquran, sumur itu terletak di Yerusalem, dekat Baitul Maqdis, Yerusalem, Palestina.
Lalu, oleh para kafilah dagang itu, Yusuf dijual kepada salah seorang pembesar raja Mesir yang bernama Qithfir (menurut Wikipedia) atau Futifar al-Aziz atau Qithfir al-Aziz.
Menurut beberapa riwayat, lokasi Yusuf dijual adalah Kota Hyksos atau Afaris (Tanice), yang sekarang bernama Shan Al-Hajar, di dekat Danau al-Manzilah.
Selama dalam pemeliharaan pembesar raja Mesir itu, Yusuf diangkat menjadi anak. Sebab, istri pembesar raja Mesir itu, Zulaikha, belum dikaruniai seorang putra. Setelah cukup dewasa, istri raja Mesir itu tertarik akan ketampanan Yusuf.
Secara diam-diam, Zulaikha berusaha merayu Yusuf agar mau ‘berselingkuh’ dengannya. Namun, Yusuf selalu menolak, akhirnya Zulaikha menarik baju Yusuf dari belakang hingga robek. Pada saat yang sama, datanglah raja Mesir. Takut perbuatan jahatnya diketahui oleh suaminya, Zulaikha menuduh Yusuf akan berbuat tak senonoh padanya (QS Yusuf: 25).
Namun, Allah SWT menunjukkan kejadian yang sesunguhnya. ”Yusuf berkata, ‘Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya).’ Dan, seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya. ‘Jika baju gamisnya koyak dari depan, wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang yang berbohong. Dan, jika baju gamisnya koyak di belakang, wanita itulah yang dusta dan Yusuf termasuk orang yang benar’.” (QS Yusuf: 26-27).
Mendapati kondisi tersebut, raja Mesir itu berkata kepada Yusuf agar merahasiakan kejadian itu dan meminta istrinya agar bertobat dan memohon ampun pada Allah.
Untuk menutupi keburukannya, Zulaikha mengundang para istri-istri pembesar Mesir untuk melihat ketampanan Yusuf. Mereka pun terkagum-kagum melihat rupa Yusuf yang tampan. Dan, tanpa sadar, mereka mengiris pergelangan tangan mereka sendiri hingga mengeluarkan darah.
”Raja berkata (kepada wanita-wanita itu), ‘Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)?’ Mereka berkata, ‘Allah Mahasempurna, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan daripadanya.’ Berkata istri Al-Aziz (Zulaikha), ”Sekarang, jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku) dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar’.” (QS Yusuf: 51).
Ekonom dan penafsir mimpi
Sebagaimana diceritakan dalam Alquran, selain berwajah tampan, Yusuf juga dianugerahi oleh Allah SWT kecerdasan dalam mengelola keuangan negara (ekonomi) dan pandai mengungkapkan tabir mimpi.
Kecerdasannya dalam mengungkapkan takwil mimpi sudah didapatkannya sejak ia masih kecil. Ketika itu, ia bermimpi melihat bulan, matahari, dan 11 bintang bersujud kepadanya. Yusuf menakwilkan, petunjuk itu adalah akan bersujudnya ayah, ibu, dan ke-11 saudaranya kepada Yusuf. Khawatir akan membuat iri saudara tirinya, Ya’kub meminta Yusuf untuk menyimpan takwil mimpi tersebut.
Kenyataannya, ketika Yusuf diangkat menjadi bendahara raja Mesir dan bertugas mengelola keuangan negara serta musim paceklik yang menimpa negeri-negeri sekitarnya, termasuk negeri Ya’kub; ke-11 saudaranya duduk bersimpuh untuk memohon ampun padanya atas perbuatan mereka mencelakakan Yusuf ke dalam sumur.
Selain takwil mimpi itu, ketika berada di penjara, Yusuf juga diminta untuk menakwilkan mimpi dua orang rekannya yang ada di penjara.
Takwil mimpi yang mengantarkan Yusuf menjadi bendaharawan negara adalah ketika menafsirkan mimpi sang raja. ”Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya), ‘Sesungguhnya, aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir yang kering. Hai orang-orang yang terkemuka, Terangkanlah kepadaku tentang tabir mimpiku itu jika kamu dapat menabirkan mimpi’.” (QS Yusuf: 43).
Para orang terkemuka Mesir itu tak bisa menafsirkannya. ”Mereka menjawab, ‘(Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-kali tidak tahu menabirkan mimpi itu’.” (QS Yusuf: 44).
Sementara itu, ketika hal itu disampaikan kepada Yusuf, Yusuf mengatakan, ”Supaya kamu bercocok tanam selama tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa, maka apa yang kamu tuai, hendaklah kamu biarkan dibulirnya, kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian, sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit (paceklik–Red) yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun paceklik), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. Kemudian, setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu, mereka memeras anggur.” (QS Yusuf: 47-49).
Takwil Yusuf tentang mimpi raja ini akhirnya menjadi kenyataan. Penduduk negeri Mesir diperintahkan untuk bercocok tanam demi menghadapi masa paceklik. Ketika musim itu tiba, negeri Mesir dan sekitarnya mengalami masa-masa sulit selama kurang lebih tujuh tahun.
Beruntung, negeri Mesir memiliki persediaan gandum cukup banyak karena mereka menyimpan gandum sewaktu musim subur. Sementara itu, daerah lainnya mengalami kesulitan, termasuk negeri Ya’kub, hingga Nabi Ya’kub mengutus anak-anaknya untuk membeli persediaan gandum di negeri Mesir.
Prof Dr Abdul Majib Balabid dari Universitas Wajdah di Maroko, sebagaimana ditulis Sami bin Abdullah Al-Maghluts dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, melakukan eksperimen (percobaan) untuk memastikan pernyataan Nabi Yusuf AS tentang cara menyimpan gandum yang baik. Yakni, menyimpan sebagian gandum tetap dengan tangkainya dan sebagian lagi tanpa tangkai selama dua tahun.
Hasilnya, biji-biji gandum yang disimpan bersama tangkainya tidak mengalami perubahan sedikit pun, baik isi, unsur kandungan, maupun kemampuannya untuk tumbuh, kecuali hanya mengalami kehilangan sedikit kandungan air.
Sementara itu, gandum yang disimpan tanpa tangkainya mengalami kehilangan 20 persen kandungannya dari unsur-unsur protein selama setahun masa penyimpanan dan 32 persen selama dua tahun. Di samping itu, bulir gandum itu juga mengalami kehilangan kemampuan untuk tumbuh, berkembang, dan berbuah.
Apa yang diperintahkan Nabi Yusuf ini menyalahi kebiasaan orang Mesir yang terbiasa menyimpan gandum dengan melepaskannya dari tangkainya. Karena itu, ketika mereka melakukan perintah Nabi Yusuf dan mendapatkan hasil yang lebih baik, mereka pun kemudian mengikuti cara-cara ini.
Fakta ini menunjukkan sebuah negara agar bisa berhemat dengan cara hidup sederhana. Sebab, ada masa-masa tertentu yang sangat sulit dan pasti akan dihadapi.
Bahkan, Rasulullah SAW pernah ‘bergidik’ saat mengungkapkan peristiwa musim paceklik yang terjadi pada zaman Nabi Yusuf. ”Ya Allah, hindarkanlah penduduk Makkah dari kesulitan seperti kesulitan tujuh tahun yang dialami Yusuf.” (Lihat Penjelasan Alquran tentang Krisis Sosial, Ekonomi, dan Politik karya Ali Zawawi dan Saifullah Ma’shum, 1999, hlmn 143).
Dari takwil mimpinya itu, akhirnya raja Mesir mengangkat Yusuf menjadi bendahara negara. ”Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir). Sesungguhnya, aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.” (QS Yusuf: 55).
Langkah raja Mesir mengangkat Yusuf dan menjadikannya sebagai bendahara negara (Mesir) merupakan langkah yang tepat. Ia memilih orang yang tepat untuk menduduki posisi yang vital (penting). Andai diserahkan pada yang bukan ahlinya, tentu akan berbeda pula kisahnya. Bahkan, mungkin kehancuranlah yang akan diterima negara Mesir.
Inilah pesan Alquran dan Rasulullah SAW agar menyerahkan atau memberikan sebuah jabatan pada orang yang ahli di bidangnya. Sebab, apabila diberikan kepada orang yang bukan ahlinya, tunggulah kehancurannya. Wa Allahu A’lam. sya/berbagai sumber
Uang Dirham di Zaman Yusuf
Jauh sebelum resmi dipergunakan di dunia Islam, mata uang dinar (emas) dan dirham (perak) telah dikenal di zaman Nabi Yusuf AS. Peristiwanya terjadi ketika Nabi Yusuf dijual kepada raja Mesir oleh kafilah dagang dari Madyan.
Sebagaimana diterangkan dalam Alquran surah Yusuf ayat 20, Nabi Yusuf dijual dengan harga yang murah. ”Dan, mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf.”
Sebagian ahli tafsir mengungkapkan, ketidaktertarikan kafilah dagang ini kepada Yusuf karena Yusuf adalah anak temuan dalam perjalanan. Jadi, mereka khawatir kalau-kalau pemiliknya datang mengambilnya. Karena itu, mereka tergesa-gesa menjualnya sekalipun dengan harga yang murah.
Berkaitan dengan ayat ini, Ustaz Bassam Jarrar berkata, ”Ayat yang mulia ini mengisyaratkan tingkat peradaban bagi masyarakat Mesir waktu itu. Mereka sudah menggunakan dirham, yakni mata uang dari perak sebagai unit alat tukar dalam sistem perdagangan mereka. Kita juga menemukan saudara-saudara Yusuf yang datang dari dusun mengajukan barang-barang untuk membeli bahan-bahan makanan atau pokok,” kata Bassam, sebagaimana dikutip Sami bin Abdullah al-Maghluts dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul. (Lihat surah Yusuf ayat 62 dan ayat 88).
Menurut sebagian ahli tafsir, barang-barang saudara Yusuf yang digunakan sebagai alat penukar bahan makanan ialah terbuat dari kulit dan terompah.
Sementara itu, di zaman Kaisar Romawi Julius Caesar telah memperkenalkan dan menggunakan mata uang emas dan perak sebagai alat transaksi sekitar tahun 46 SM dalam bentuk yang sederhana. Standar konversi emas ke perak adalah 12: 1, artinya satu koin emas nilainya sama dengan 12 koin perak.
Pada Desember 2008 lalu, seorang arkeolog pemula asal Inggris, Nadine Ross, berhasil menemukan 300 koin emas 24 karat di lokasi penggalian dekat kota tua Yerusalem.
Koin emas yang ditemukan Nadine Ross, sebagaimana dilaporkan BBC, menurut arkeolog lain, Doron Ben Ami, diperkirakan benda berharga yang disembunyikan seseorang saat Persia menyerang Yerusalem pada awal abad ketujuh. sya/berbagai sumber
Julukan Raja Mesir antara Firaun dan Al-Malik
Mesir adalah sebuah negara yang sangat terkenal dengan Piramida dan museum raja-raja Mesir. Sejak dulu, Mesir diperintah oleh seorang raja.
Dalam Alquran, terdapat dua nama untuk julukan raja yang berkuasa, yakni Firaun dan Al-Malik. Firaun adalah julukan untuk raja Mesir di zaman Nabi Musa AS (1527-1407 SM), sedangkan Al-Aziz adalah julukan raja Mesir pada zaman Nabi Yusuf AS (1745-1635 SM).
Kedua nama ini, menurut para ahli tafsir, ternyata terdapat perbedaan yang sangat mencolok. Al-Malikyang berarti raja adalah sebutan untuk raja Mesir Kuno pada masa Nabi Yusuf. Julukan ini diberikan kepada raja Mesir yang beriman. Sedangkan, gelar Firaun adalah sebutan untuk raja Mesir yang tidak beriman kepada Allah SWT. Adapun sebutan Al-Aziz , ditunjukan sebagai pembesar-pembesar raja-raja Mesir di jaman Nabi Yusuf. Alquran, secara cermat, telah memisahkan istilah itu untuk mereka yang memerintah.
Bahkan, seorang peneliti arkeologi, Hajar al-Rasyid, berhasil mengungkapkan berbagai sumber bahasa-bahasa Mesir kuno berdasarkan kedua istilah tersebut. Hasilnya adalah Mesir pernah mendapat serangan dari bangsa Hyksos, bangsa penggembala yang hidup di wilayah sebelah timur Mesir.

Selasa, 10 Juli 2012

Mesjid-Mesjid Paling Unik di Dunia


Agama Islam menyebar ke seluruh muka bumi, dibawa oleh pedagang-pedagang arab maupun panji-panji Allah AWT. Agama yang mengusung ketauhian/keesaan Allah SWT ini begitu cepat diterima oleh banyak orang. Selain tanpa paksaan, Islam begitu luruh dengan budaya setempat, sehingga orang mau menerimanya dengan tangan terbuka.

Masjid, sebagai pusat ibadah agama Islam tidak kaku dan harus bergaya seperti wilayah asalnya. Melainkan terjadi asimilasi dengan gaya arsitektur setempat sehingga selain menjadi unik dan berciri khas

Di dunia ini ada banyak masjid unik yang mungkin belum kita ketahui, seperti misalnya di bawah ini:


Masjid Sangkore, Timbuktu




Masjid Europa Point, Gibraltar



Masjid Larabanga, Mali



Masjid Missiri Frejus, Mali



Masjid Merah, Srilanka



Masjid Faisal, Pakistan



Masjid, Argentina



Masjid Al-Fateh, Bahrain



Masjid Badshahi, Pakistan



Masjid Omayyed, Syria
 


Masjid Menara, Kudus, Indonesia


Masjid Bawah Tanah , Yogyakarta, Indonesia


Masjid Agung Djenné, Afrika Barat 



Masjid Agung dari Xi’an, Cina 
 

Senin, 09 Juli 2012

Mursi Presiden Baru Mesir Penghafal Al-Qur'an

Mesjid Hasan, Mesir
Mesir negara dengan mayoritas penduduk Muslim, boleh berbangga. Kini negeri seribu menara itu dipimpin oleh seorang presiden yang hafal Al-Qur'an. Muhammad Mursi bersama istri dan seluruh anaknya adalah penghafal Al-Qur'an.


Selain tercatat sebagai presiden pertama yang hafal Al-Qur'an, Mursi juga merupakan presiden Mesir pertama dari kalangan sipil. Selama 60 tahun sebelumnya, Mesir selalu dipimpin oleh Militer. Baik Muhammad Najib, Gamal Abdul Nasir, Anwar Sadat maupun Husni Mubarak, semua berasal dari jajaran militer.


Pria yang lahir di Provinsi Syarqiyah pada 20 Agustus 1951 ini juga memiliki catatan akademik yang brilian. Mursi meraih doktor bidang teknik material pada University of Southern California pada 1982, dan pernah menjadi dosen atau profesor pembantu di universitas di AS itu pada 1982-1985.


Dalam kehidupan berorganisasi, Mursi besar di Ikhwanul Muslimin. Amanah terakhirnya adalah anggota (Irsyad) atau dewan pimpinan tertinggi di jajaran organisasi Islam terbesar di Mesir tersebut. Selain itu ia juga mengetuai Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP). 


Saat pidato kemenangan, Mursi menyatakan bahwa dirinya adalah pekerja dan pelayan rakyat Mesir. Senada dengan suaminya, Najla Mahmud, juga menyatakan dirinya sebagai pelayan bagi rakyatnya. Istri Mursi itu bahkan menolak digelari "First Lady" (Ibu Negara).


Jika Mursi tercatat sebagai presiden Mesir pertama yang hafal Al-Qur'an, Najla tercatat sebagai ibu negara pertama yang mengenakan jilbab. Ibu negara pendahulunya, mulai dari Ratu Nariman istri Raja Faruk hingga Suzzane Thabet istri Husni Mubarak, tak ada yang menggunakan jilbab. Hampir seluruhnya mengenakan pakaian barat atau busana sekuler.


Tentu, harapan Mesir bukan sekedar memiliki presiden yang hafal Al-Qur'an dan ibu negara yang berjilbab. Warga Mesir akan lebih bangga jika pemimpinnya yang telah menunjukkan keshalihan pribadi tersebut mampu menshalihkan masyarakat dan negara, serta menyejahterakan rakyat dan memajukan negara.

Minggu, 08 Juli 2012

Contoh Khutbah Jum'at Persiapan Ramadhan

Pertengahan Sya'ban sudah berlalu. Ramadhan 1433 H tinggal 11-12 hari lagi. Tamu istimewa itu akan datang dan membersamai kaum muslimin Mereka yang siap dengan kedatangannya insya Allah akan lebih optimal dalam mengisi Ramadhan 1433 H ini. Persiapan adalah keniscayaan. Karenanya Khutbah Jum'at Terbaru ini berusaha membahas persiapan menghadapai Ramadhan 1433 H. Harapannya, semoga kaum muslimin siap mensukseskan Ramadhan yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan demikian, tema Khutbah Jum'at  ini adalah: Persiapan Menghadapai Ramadhan.


Khutbah Jum'at Persiapan Menghadapi Bulan Ramadhan


KHUTBAH PERTAMA


إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
وأَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Waktu terus berjalan, tanpa pernah berhenti. Hari yang berganti hari, bulan yang berganti bulan, dan tahun yang berganti tahun, dalam semua perputaran waktu itu Allah SWT senantiasa memberikan kenikmatan kepada kita. Setelah kenikmatan terbesar berupa iman, maka kenikmatan-kenikmatan lainnya dianugerahkan kepada kita tanpa bisa kita hitung jumlahnya, bahkan seringkali tidak kita sadari kehadirannya. Maka, marilah kita berusaha mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Marilah kita bersama-sama berupaya menjadi hamba-Nya yang bersyukur.

Dengan bersyukur kita akan lebih mudah menjadi hamba-Nya yang bertaqwa. Sebagaimana pesan khatib yang senantiasa diulang pada setiap kesempatan khutbah jum'at seperti saat ini. Lihatlah bagaimana ketika Rasulullah SAW berdiri begitu lama dalam shalat malamnya hingga kaki beliau bengkak. Saat Aisyah bertanya dengan menyebutkan keutamaan beliau yang telah dijamin ampunan atas segala dosanya, beliau justru menjawab dengan sabdanya yang mulia:


أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا

Tidak bolehkah aku menjadi hamba-Nya yang bersyukur?

Jadi, syukur sangat erat kaitannya dengan taqwa. Bahkan keduanya identik. Tiada orang yang mampu mencapai derajat taqwa tanpa bersyukur. Sebaliknya, syukur akan mengantarkan seorang hamba mencapai ketaqwaan.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Diantara kenikmatan itu adalah sampainya usia kita di akhir bulan Sya'ban ini. Sebentar lagi kita akan memasuki bulan istimewa. Bulan yang penuh dengan keutamaan. Yakni bulan Ramadhan yang mulia. Pertanyaannya adalah, sudahkah kita siap dalam menyambutnya? Jika para sahabat dan salafusshalih telah mempersiapkan diri dua bulan sebelum Ramadhan tiba, sebagaimana doa yang masyhur, yang mengisyaratkan persiapan ini:


اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان

Ya Allah, berkahilan kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta pertemukanlah kami dengan Ramadhan (HR. Baihaqi)


اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ

Ya Allah, berkahilan kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta berkahilah kami di bulan Ramadhan(HR. Ahmad)

Maka kita yang tinggal 11-12 hari lagi mengakhiri Sya'ban ini pantaslah jika mengevaluasi persiapan kita menghadapi Ramadhan. Bagi yang telah siap, alhamdulillah. Bagi yang belum, kita segera bangkit untuk memenuhi persiapan-persiapan ini.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Setidaknya ada empat persiapan bagi kaum muslimin untuk menghadapai bulan Ramadhan, khususnya Ramadhan 1433 H ini.

Persiapan pertama, adalah persiapan ruhiyah. Persiapan ruhiyah yang kita perlukan adalah dengan cara membersihkan hati dari penyakit aqidah sehingga melahirkan niat yang ikhlas. Pengokohan aqidah adalah pondasi utama dalam persiapan ruhiyah ini. Tanpa aqidah yang benar, bisa jadi seseorang justru terjatuh dalam syirik. Dan kesyirikan selamanya takkan berbuah keikhlasan. Aqidah yang benar adalah kuncinya. Karenanya surat di dalam Al-Qur'an yang kesemuanya membahas aqidah dinamakan surat Al-Ikhlas.

Membersihkan hati atau tazkiyatun nafs juga hal yang urgen dilakukan dalam menyambut tamu Allah yang istimewa ini. Allah SWT menegaskan pentingnya membersihkan hati (tazkiyatun nafs) dalam firman-Nya:


قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا

Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya (QS. Asy-Syams : 9)

Maka dalam waktu 11-12 hari ke depan kita perlu melakukan evaluasi diri (muhasabah) apakah penyakit-penyakit aqidah masih menjangkiti diri kita. Selanjutnya kita bermujahadah untuk menghilangkan penyakit-penyakit itu. Alangkah indahnya saat Ramadhan tiba dan kita benar-benar dalam kondisi ikhlas menapaki hari-hari istimewa yang dibawa oleh tamu mulia itu.

Saat-saat keikhlasan bersenyawa dalam diri kita sepanjang Ramadhan merupakan saat-saat terbaik yang akan menjamin kita memperoleh ampunan Allah SWT.


من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq 'Alaih)

Jama'ah jumat yang dirahmati Allah,
Persiapan kedua adalah persiapan fikriyah. Agar Ramadhan kita benar-benar efektif, kita perlu membekali diri dengan persiapan fikriyah. Sebelum Ramadhan tiba sebaiknya kita telah membekali diri dengan ilmu agama terutama yang terkait secara langsung dengan amaliyah di bulan Ramadhan. Tentang kewajiban puasa, keutamaan puasa, hikmah puasa, syarat dan rukun puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, serta sunnah-sunnah puasa. Juga tarawih, I'tikaf, zakat, dan sebagainya.

Untuk itu kita bisa mengkaji Fiqih Sunnah-nya Sayyid Sabiq, Fiqih Puasa-nya Dr. Yusuf Qardahawi, dan lain-lain. Kita pun bisa mengikuti taklim di lingkungan kita, baik majelis taklim yang diadakan di masjid, di pondok pesantren, maupun tempat-tempat yang lain.

Inilah rahasia mengapa Imam Bukhari membuat bab khusus dalam Shahih-nya dengan judul Al-Ilmu Qabla Al-Qaul wa Al-Amal (Ilmu sebelum Ucapan dan Amal). Tanpa ilmu bagaimana kita bisa beramal selama bulan Ramadhan dengan benar?

Pemahaman ilmu syar'i ini juga merupakan tanda kebaikan yang dikehendaki Allah terhadap seseorang. Karenanya Rasulullah SAW bersabda :


من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

Barangsiapa yang dikehendaki Allah akan kebaikan maka ia difahamkan tentang (ilmu) agama(Muttafaq 'Alaih)

Selanjutnya, persiapan yang kita perlukan adalah persiapan jasadiyah. Ramadhan membutuhkan persiapan jasadiyah yang baik. Tanpa persiapan memadai kita bisa terkaget-kaget bahkan ibadah kita tidak bisa berjalan normal. Ini karena Ramadhan menciptakan siklus keseharian yang berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Kita diharapkan tetap produktif dengan pekerjaan kita masing-masing meskipun dalam kondisi berpuasa. Kita juga akan melakukan ibadah dalam porsi yang lebih lama dari sebelumnya. Shalat tarawih, misalnya.

Karenanya kita perlu mempersiapkan jasadiyah kita dengan berolah raga secara teratur, menjaga kesehatan badan, dan kebersihan lingkungan. Di sini, logika akal bertemu dengan keutamaan syar'i dalam hadits nabi:


المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim, Ibnu Majah, Al-Baihaqi, dll)

Jama'ah jumat yang dirahmati Allah,
Persiapan keempat adalah persiapan maliyah. Persiapan maliyah yang diperlukan dalam menyambut bulan Ramdhan bukanlah untuk membeli baju baru, menyediakan kue-kue lezat untuk Idul Fitri, dan lain-lain. Kita justru memerlukan sejumlah dana untuk memperbanyak infaq, memberi ifthar (buka puasa) orang lain dan membantu orang yang membutuhkan. Tentu saja bagi yang memiliki harta yang mencapai nishab dan haul wajib mempersiapkan zakat maal-nya. Bahkan, jika kita mampu berumrah di bulan Ramadhan merupakan ibadah yang bernilai luar biasa; seperti nilai haji bersama Rasulullah SAW.

Rasulullah mencontohkan bahwa beliau yang begitu dermawan di hari-hari biasa, bertambah sangat dermawan di bulan Ramadhan mengalahkan angin yang berhembus.


كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Rasulullah SAW adalah orang yang paling murah hati, lebih-lebih ketika bertemu Jibril di bulan Ramadhan. Beliau bertemu Jibril pada pada setiap malam bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur'an. Maka sifat murah hati Rasulullah melebihi hembusan angin (HR. Bukhari)

Kedermawanan Rasulullah SAW bertambah hebat ketika bulan Ramadhan. Ini mengajarkan kepada umat beliau bahwa Ramadhan sebagai bulan yang paling utama dengan pelipatgandaan pahala amal kebajikan hendaklah dioptimalkan dengan memperbanyak infaq dan meningkatkan kualitasnya.


وقل رب اغفر وارحم و انت خير الراحمين

KHUTBAH KEDUA


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ } [آل عمران: 102]
{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا } [الأحزاب: 70، 71].

Jama'ah jum'at yang dirahmati Allah,
Semoga dengan empat periapan itu, persiapan ruhiyah, persiapan fikriyah, persiapan jasadiyah dan persiapan maaliyah, menjadikan kita optimal dalam menghadapi Ramadhan nanti. Sehingga kita pun keluar dari ramadhan dengan predikat taqwa.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah : 183)


اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاًَ طَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا احْفَظْ أَوْطَانَنَا وَأَعِزَّ سُلْطَانَنَا وَأَيِّدْهُ بِالْحَقِّ وَأَيِّدْ بِهِ الْحَقَّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ.

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.

عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ